News

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi dengan Meta untuk Dorong Kreator Indonesia Go Global

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan teknologi Meta untuk memperluas jangkauan pelaku ekonomi kreatif Indonesia ke pasar internasional.

Langkah ini diharapkan dapat membuat karya dan talenta lokal semakin dikenal serta mampu bersaing di tingkat global.

“Kolaborasi dengan platform seperti Meta dapat membantu mendorong karya kreatif Indonesia agar semakin mendunia,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam keterangan resmi, Rabu.

Irene menjelaskan bahwa pemerintah ingin ekosistem ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar global.

Meski demikian, sektor ini tetap diharapkan menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat.

Ia menegaskan peran pemerintah bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai penghubung yang memastikan seluruh ekosistem kreatif dapat tumbuh secara optimal dan saling terhubung dengan industri serta pelaku kreatif.

Dalam pertemuan dengan Meta, sejumlah peluang kerja sama dibahas, mulai dari pertukaran data tren pasar lintas negara, pelatihan kreator berbasis gamified learning dan kecerdasan buatan, hingga penguatan edukasi panduan komunitas agar kreator dapat beraktivitas secara aman dan bertanggung jawab di ruang digital.

Head of Public Policy Meta Indonesia dan Filipina Berni Moestafa menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar digital paling aktif dengan tingkat kreativitas pengguna yang tinggi. Menurutnya, hal ini menjadi alasan Meta terus menghadirkan fitur yang relevan untuk mendukung kreator dan pelaku usaha.

“Adopsi platform digital di Indonesia sangat kuat, dan kami melihat pengguna di sini sangat kreatif dalam memanfaatkan teknologi, tidak hanya untuk berkomunikasi tetapi juga untuk mengembangkan bisnis,” ujar Berni.

Sementara itu, Partner Manager Government, Politics, and Advocacy Meta APAC Imanuel Lamoa mengatakan bahwa Meta juga fokus pada peningkatan kapasitas kreator agar dapat memaksimalkan potensi platform digital, tidak hanya untuk penjualan tetapi juga untuk memahami komunikasi publik secara lebih efektif.

Meta sendiri merupakan perusahaan induk dari berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger yang memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia melalui teknologi dan kemitraan strategis.

Tingginya penggunaan platform Meta di Indonesia dinilai membuka peluang besar bagi kreator dan pelaku usaha untuk berkembang dan menjangkau audiens yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: